PUISI ( Karya InkaVista )




Jogja dikala itu 

Dinginnya Jogja malam itu menusuk tulang
Ku katupkan kedua mataku
Dingin , namun aku bertahan
Nampaknya aku merasakan kehangatan
Kau pegang kedua tanganku 
Berharap memang ingin kau hangatkan
Rimbunnya pohon pinus
Tak terlihat dikala malam
Namun aku melihat keindahan 
Lampu lampu yang mulai meredup
Tanda akan larut malam
Setelah sampai 
Kulihat banyak segerombolan orang 
Penyambutan yang hangat
Dengan segelas teh dan alunan musik
Melihat indahnya kota Jogja dari atas gunung
Hemmmm
Betapa indahnya malam itu 
Suntuk , namun berkesan 
Setelah itu
Aku terbangun dari tidur 
Ini cuma mimpi 
Ah , pada dasarnya aku yang terlalu berkhayal

Komentar