Jogja dikala itu
Dinginnya Jogja malam itu menusuk tulang
Ku katupkan kedua mataku
Dingin , namun aku bertahan
Nampaknya aku merasakan kehangatan
Kau pegang kedua tanganku
Berharap memang ingin kau hangatkan
Rimbunnya pohon pinus
Tak terlihat dikala malam
Namun aku melihat keindahan
Lampu lampu yang mulai meredup
Tanda akan larut malam
Setelah sampai
Kulihat banyak segerombolan orang
Penyambutan yang hangat
Dengan segelas teh dan alunan musik
Melihat indahnya kota Jogja dari atas gunung
Hemmmm
Betapa indahnya malam itu
Suntuk , namun berkesan
Setelah itu
Aku terbangun dari tidur
Ini cuma mimpi
Ah , pada dasarnya aku yang terlalu berkhayal
Komentar
Posting Komentar