Di era serba modern ini, manusia dimudahkan dengan akses internet yang serba cepat. Dari muda hingga dewasa dapat mengakses segala hal dengan internet. Khususnya suatu hal yang dapat di akses yaitu sebuah berita. Berita dapat diakses dimana saja, sebelumnya hanya bisa diakses di surat kabar, majalah, radio dan televisi, kini berita sudah bisa diakses online melalui internet. Sebuah berita tersebut dicari, disusun dan kemudian dimuat oleh jurnalis atau wartawan. Sebuah informasi yang diperoleh tentu akan sangat berkaitan dengan Pers yaitu lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegitan jurnalistik.
Di dalam pers terdapat banyak
istilah yang mungkin orang awam jarang mengetahui, karena pada dasarnya tidak
sedikit masyarakat yang hanya membaca dan mendengarkan berita saja, tanpa
mengetahui jika adanya sebuah istilah dalam pers. Disini saya akan menjelaskan tentang apa itu “Konglomerasi
Media” dan “Media Mogul” kemudia mengaitkannya dengan kebebasan pers di
Indonesia. Pertama yaitu Konglomerasi Media sendiri merupakan sebuah kekuatan
(power) dari perusahaan besar yang mempunyai peran penting, dan dalamm bisnis
yang dijalankan ada media massa, media massa tersebut sebagai bagian dari
bisnis perusahaan. Konglomerasi media sendiri jika dikaitkan dengan kehidupan
pers di Indonesia sangatla penting. Mengapa? Dengan adanya konglomerasi media
dapat menyaring informasi yang boleh atau tidak untuk disampaikan ke
masyarakat. Namun konglomerasi media juga berdampak negatif yaitu bisa
terjadinya penyeragamaan informasi yang disampaikan kepada publik yang dapat
bisa mengarah kepada penyeragaman opini publik. Konglomerasi media di Indonesia yaitu adanya
satu perusahaan besar yang menangungi berbagai media di Indonesia. Jika mengambil
contoh konglomerasi media yaitu seperti perusahaan TV “Media Group” yang
menangungi Metro Tv, Media Group, MetroTvNewa.Com dan Media Indonesia. Sehingga
dengan hal itu informasi atau berita yang didapat mempunyai kesamaan karena
dinangungi oleh satu rumah. Untuk saat ini konglomerasi menguasai media
sehingga masih banyak berita yang harus diungkap namun terhalang oleh
perusahaan atau kelompok. Dan konglomerasi media membuat produksi media
Indonesia tersentralisasi hanya pada satu topik atau daerah. Konglomerasi juga
berdampak besar dalam kehidupan pers dan sudah sampai tahap mengancam karena
berbagai macam perusahaan media massa membatasi hak publik dalam memperoleh
informasi atau berita.
Istilah lain yaitu Media Mogul bisa
disebut dengan Raja Media atau pemilik perusahaan media besar, dengan mengambil
contoh tokoh yang mempunyai kesan protagonis. Tentu di Indonesia terdapat tokoh
yang mengusai media yaitu Jakob Oetama pendiri kelompok Kompas- Gramedia. Contoh
lain yaitu Hary Tanoesoedibjo. Namun adanya media mogul tersebut yang menarik
bukan kesan protagonis tetapi lebih ke arah bimbingan yang keras terhadap pers
di Indonesia. Contoh pak Jakob sendiri memberikan bimbingan dan dorongan
sehingga perusahaan yang didirikan tersebut menjadi berkembang dan bertumbuh
besar. Dengan adanya media mogul di kehidupan pers Indonesia sebuah informasi
atau berita yang disampaikan kepada masyarakat dapat terkontrol sehingga dapat
dipercaya kebenarannya oleh masyarakat.
Source
: Twitter
Komentar
Posting Komentar