Lampu warna-warni menyinari lapangan kecil berukuran 3 kali petak swah 200x100 meter. Berdiri berbagai hiburan yang menyisakan penasaran warga kecamatan Japah, kabupaten Blora. Warga antusias untuk menonton pertunjukkan pasar malam yang terhenti operasinya sejak pandemi covid-19 yang dimulai pada pertengahan tahun 2019 lalu dan kini kembali boleh diadakan lagi.
Raut wajah senang terlihat pada seorang anak kecil yang berusia 3 tahun menggunakan baju warna pink terusan motif bunga-bunga dan rambut yang tidak lumayan tebal dikuncir dua sedang digendong oleh ayahnya. Ayah dari anak tersebut memakai setelan kaos abu-abu serta sandal japit yang melengkapi outfit malam hari itu. Terlihat anak kecil tersebut meminum pop ice rasa strawberry dengan jilbab warna coklat tanpa peniti dengan sigap membuat pop ice untuk anak kecil tersebut. Rasa pop ice yang dijual dan menjadi favorit yaitu seperti rasa coklat dan permen karet. Selain itu penjual juga menjual pop ice berbagai rasa lainnya yang tidak kalah enaknya. Blender warna putih yang digunakan untuk berjualan katanya sudah hampir 5 tahun digunakan. Nama ibu penjual pop ice itu bernama Devi, ibu muda yang ikut suaminya mencari nafkah berjualan pop ice di pasar malam.
"Kalau malam minggu seperti ini ya ramai, banyak pembelinya mbak" ujar ibu Devi
Pasar malam ini sendiri yaitu pasar malam asli Jepara "Azka Ria" yang sebelum pandemi biasanya setiap tahun selalu hadir di lapangan desa manapun. Namun selama pandemi tersebut penghasilan mereka tidak menentu.
"Allhamdulillah mbak akeh sing teko"
(Allhamdulillah mbak banyak yang datang)
"Sebelume ya kerja buruh serabutan pas pandemi kui" ujar salah satu anak muda yang menjaga biang lala.
(Sebelumnya ya kerja buruh serabutan semenjak pandemi itu)
Pasar malam tersebut diadakan satu bulan lebih satu hari dimana euforia masyarakat kecamatan Japah tumpah kedalam pasar malam tersebut. Karena memang untuk 3 tahun ini pasar malam tidak pernah diadakan di desa tersebut. Banyak wahana yang dihadirkan seperti Tong Edan (Tong Setan), Biang Lala, Komedi Putar, dan juga wahana anak-anak. Selain itu juga terdapat stand kecil permainan lempar bola pingpong kedalam gelas kecil, lempar sumpit kedalam botol yang menambah asiknya malam minggu. Selain itu juga terdapat penjual kecil seperti stand makanan korea, stand dodol (jenang), stand martabak, stand penjual pop ice. Tidak hanya makanan di pasar malam tersebut juga terdapat stand penjual baju dan kacamata yang memeriahkan pasar malam. Bahkan terdapat stand penjual pecel lele yang merupakan warga setempat.
Diantara wahana dan permainan yang ada, wahana tong edan (tong setan) banyak diminati masyarakat. Dua motor yang siap untuk atraksi, lalu pintu arena ditutup dan terdapat 50an orang yang siap menonton pertunjukkan tersebut. Gadis jilbab hitam, kaos hitam dengan tertawa memberikan uang Rp 20.000,00 dan Rp 5000,00 untuk atraksi tong edan tersebut. Dengan hebat 2 orang pengendara motor melakukan atraksi sehingga menimbulkan decak kagum penonton. Beberapa putaran yang memekakan telinga tong edan tersebut selesai.
Di sudut utara terlihat permainan yang diminati bapak-bapak serta ibu-ibu, saya dekati permainan tersebut. Cara bermain permainan yang menarik banyak orang dewasa tersebut adalah permanan lempar bola pingpong kedalam gelas. Bapak-bapak baju putih dengan kulit sawo matang mengais hadiah centong dan gelas plastik dengan sorakan penonton lain yang juga bermain permainan tersebut.
Tidak kalah ramai lapak yang dibuat oleh pasar malam asli Jepara ini yaitu komedi putar. Komedi putar tersebut dipenuhi oleh anak-anak kecil. Tiket masuk perwahana yaitu Rp 10.000,00 berlaku untuk semua wahana yang ada dari anak-anak hingga dewasa. Namun hal tersebut tidak menyudutkan keramaian orang yang ingin naik wahana atau hanya sekedar lalu lalang untuk menyegarkan otak seuasai bekerja seharian.
Keramaian pasar malam tersebut membuat kemacetan di jalan desa. Alhasil pemuda Karang Taruna desa Padaan mengatur lalu lintas dan mendirikan parkir dadakan di SD Padaan 01. Hasil parkir dibagi sama rata kepada pemuda yang ikut untuk menjaga parkir motor pasar malam. Salah satu pemuda Karang Taruna dengan baju coklat serta pluitan bernama Fadhil juga memakai pentungan berwarna khas bapak parkir terlihat mengarahkan penonton untuk parkir rapi masuk kedalam halaman SD tersebut. Di dalam sudah tertata rapi motor pengunjung pasar malam dan hanya membayar Rp 1000,00 saja.


Komentar
Posting Komentar