HUMAN INTEREST : Ibu Bisa Segalanya

 

Sosok ibu (Sumber : dokumen penulis)

Apa yang terlintas dibenak semua orang jika mendengar kata "Ibu". Sebagian orang akan menyebutkan bahwa Ibu adalah sosok yang hebat. Ada juga yang menyebutkan Ibu adalah sosok yang bisa segalanya. Sosok yang berada dalam potrait yang penulis bagikan adalah Ibu dari penulis. Ibu yang berada dalam potrait tersebut bernama Suhartini (48) yang tidak pernah mengenal lelah. Dia adalah seorang ibu hebat dengan dua anak. Dia bahagia dikaruniai anak perempuan dan laki-laki yang hampir sudah waktunya untuk menentukan masa depannya.

Menjadi seorang ibu tentu tidaklah mudah. Apalagi semua hal harus dilakukan secara bersamaan. Bangun setiap pagi pukul 04.30 lalu menunaikan kewajiban sholat Subuh. Disaat anak-anaknya masih tertidur pulas, Ibu sudah memulai dengan sambutan jago berkokok. Menandakan waktu sudah pagi dan saatnya memulai hari baru. Setelah itu Ibu membangunkan kedua nakanya. Walaupun anak-anaknya sudah terbiasa dengan waktu bangun untuk menunaikan ibadah, namun kebiasaan Ibu tidak bisa diubah.

Kebiasaan Ibu pada umumnya adalah menjadi Ibu Rumah Tangga (IRT). Pekerjaan yang dilakukan Ibu pada umumnya yaitu seperti memasak, menyetrika baju, mencuci baju dan juga piring. Bahkan Ibu juga bisa membenarkan mesin cuci yang rusak. Hebatnya lagi bisa memaku dimanapun dia inginkan gantungan yang akan dijadikan entah gantungan baju atau lain sebagaianya.

Perjuangan ibu sangatlah berat. Walaupun hanya menjadi ibu rumah tangga dengan celemek yang sudah kotor. Celemek tersebut bekas elapan tangan selesai memasak. Putih-putih sepertinya bekas adonan tepung. Celemek tersebut juga berbau kencur atau amis karena pecahan telur. Hal tersebut sangatlah biasa untuk seorang Ibu.

Ibu hebat, bisa mengurus anak dan juga suami. Ibu hebat bisa memasak enak. Masakan yang disukai anak-anaknya yaitu hanya sayur asem dengan lauk pindang dengan irisan cabe. Sangatlah sederhana kan? Iya, apapun masakan yang dimasak oleh Ibu, entah harganya murah dengan keajaiban tangan Ibu, masakan itu menjadi serata masakan restoran. Kurasa enak masakan Ibu.

Mengerjakan pekerjaan rumah membuat dia lelah. Tidak semata dia mengeluh karena banyak pekerjaan, namun jutsru hal tersebut membuatnya senang.

"Saya senang, memasak untuk anak-anak"

Di lain waktu anak-anaknya ditawari ingin dimasakkan apa. Dengan antusisas Ibu ingin memasakkan makanan yang disukai oleh anak-anaknya. 

"Semur telor"

"Siap" kata Ibu

Ibu juga seroang wanita karir yang bekerja dengan berdagang. Mengais rejeki dari berjualan palawija tidak menjadikannya bergaji banyak. Bahkan pasang surut antara untung dan rugi juga besar. Penghasilan tidak menentu. 

Tetapi dengan itu sosok Ibu menjadi seorang yang aku kagumi. Dia mengusahakan segalanya untuk anak-anaknya. Walaupun terkadang semua tidak sesuai dengan yang dia ekspektasikan. Hal tersebut tentunya dibantu oleh sosok Ayah yang menjadikan semua keluarga punya porsi masing-masing untuk menikmati hidup. 

Penghasilan tidak menentu tadi, apalagi bisnis sampingan tidak ada. Hanya mengandalkan lahan sawah serta tegalan. Entah itu investasi atau apa. Ibu juga Ayah dapat menyekolahkan anak-anaknya. Dan pemikiran akan pendidikan itu penting selalu melekat di pikirannya.

Jika menulis Ibu Bisa Segalanya tentu itu sebuah fakta. Bukan hanya Ayah tetapi juga Ibu.

Komentar